Merupakan ruangan, tempat yang digunakan sebagai tempat shalat dan mengaji bagi umat Islam.
Ruang tempat Aktivitas untuk melatih tubuh siswa, guuru dan staff tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.
Merupakan tempat untuk siswa mengapresiasikan dan meng-explore bakat yang di miliki.
Mudahkanlah, jangan dipersulit!
Upacara bendera merupakan salah satu upaya dalam menumbuhkan budi pekerti dan karakter bangsa kepada para siswa, terutama nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, mengatakan bahwa ada 3 poin penting dalam upacara bendera, di antaranya:
1. latihan kepemimpinan dengan menjadi seorang pemimpin yang memimpin kelompoknya,
2. salah satu kesempatan bagi kepala sekolah untuk berbicara langsung pada seluruh siswa, dan
3. menumbuhkan rasa kerjasama antarsiswa, dengan bergantian menjadi petugas upacara pengibaran bendera.



Keterangan
| 1. Kls X O 2. Kls X L 3. Kls X BSN 4. Kls X TKJ 5. Kls X MM 6. Kls XI O 7. Kls XI L 8. Kls XI BSN 9. Kls XI TKJ 10. Kls XI MM 11. Kls XII O 12. Kls XII L 13. Kls XII BSN 14. Kls XII TKJ 15. Kls XII MM |
16. Lab Komp 1 17. Perpustakan/ Warnet 18. Lab Komp 2 19. Lab Otomotif 20. Lab Listrik 21. Lab Busana 22. Lab Multimedia 23. Lab TKJ 24. R. Kepsek 25. R. Tata Usaha 26. R. Lobi 27. R. Guru 28. R. OSIS 29. R. PMR 30. R. BK/BP |
31. R. Piket 32. R.Pramuka/Paskibra 33. R.Kapela/Bianglala 34. Gudang 35. Masjid 36. R. DKM 37. R. Satpam 38. R. UKS 39. Padepokan Seni 40. GreenHouse 41. Parkir 42. Mushala Guru 43. WC Guru 44. R. Cetak 45. R. Wakasek 46. Dapur |
47. WC Guru 48. WC Laki-laki 49. WC Perempuan 50. Koperasi 51. Kantin 52. WC Perempuan 53. WC Laki-laki 54. G. Olahraga 55. Gudang Listrik 56. Gudang Otomotif 57. Gudang TIK 58. R. EC 59. Panggung Terbuka 60. Lap. Olahraga 61. R. Server 62. R. KPMP TIK |
KOMPAS.com – Secara harfiah, menuntut ilmu kini tak sebatas ke Negeri China yang notabene masih berada dalam zona benua Asia, tetapi semakin meluas hingga ke benua Eropa, misalnya saja Belanda.
Negara yang berada di wilayah barat laut benua Eropa ini memang menjadi tujuan studi favorit bagi para pelajar dunia. Lembaga nonprofit di bidang pendidikan tinggi Belanda, Nuffic Neso Indonesia, bahkan menyebut bahwa 1 dari 10 siswa di Belanda adalah mahasiswa internasional.
Belanda tercatat memiliki lebih dari 112.000 mahasiswa internasional. Dari jumlah ini, sekitar 1.600 di antaranya adalah mahasiswa asal Indonesia. Jadi, apa yang membuat mahasiswa kepincut dengan Negeri Kincir Angin tersebut? Berikut ulasannya.
1. Program internasional
Universitas-universitas di Belanda menawarkan program berbahasa Inggris yang terbesar di benua Eropa, yakni sekitar 2.100 program. Tentu hal ini menjadi kemudahan sendiri bagi mahasiswa asing. Mereka tidak diwajibkan untuk bisa berbahasa Belanda.
Tak hanya itu, 95 persen dari penduduk Belanda rupanya telah mahir berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Hal ini tentu akan membuat pelajar internasional, termasuk pelajar Indonesia, mudah membaur dengan masyarakat lokal.
(Baca: Mau Tahu Rasanya Kuliah di Belanda?)
2. Pendidikan berkualitas
Kualitas institusi pendidikan Belanda telah diakui dunia. Sebab, pendidikan dan keterampilan yang baik merupakan syarat penting untuk mencari pekerjaan di negara ini.
Menurut OECD Better Life Index, Belanda mendapat angka yang cukup tinggi di atas rata-rata dalam hal pendidikan dan keterampilan ini.
Sistem pengajaran di Belanda bersifat interaktif dan berpusat pada siswa. Mahasiswa tak perlu ragu untuk mengutarakan pendapat dan berpikiran terbuka.
Mereka juga akan dibimbing untuk dapat mengembangkan keterampilan yang sangat berharga, seperti menganalisis, memecahkan masalah praktis, dan berpikir kreatif.
Di sisi lain, biaya kuliah dan biaya hidup di Belanda juga tergolong lebih rendah daripada negara-negara berbahasa Inggris lainnya.
Ditambah lagi, ada begitu banyak beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah Belanda, seperti Studeren in Nederland, Netherlands Fellowship Programme, juga Orange Tulip Scholarship.
(Baca: Apa Saja Tawaran Beasiswa dari Pemerintah Belanda?)
3. Komunitas internasional
Seperti disebutkan sebelumnya, Belanda memiliki lebih dari 112.000 mahasiswa internasional. Mereka berasal dari 190 negara berbeda.
Artinya, saat menuntut ilmu dan menetap di Belanda, mahasiswa akan berinteraksi dengan masyarakat global, saling bertukar pikiran, serta mempelajari kebudayaan dari berbagai negara.
(Baca: Kuliah di Luar Negeri, Bersiaplah Hadapi "Gegar Budaya"!)
4. Negara yang aman dan bahagia
Menurut indeks Global Peace 2016, Belanda masuk ke dalam daftar 25 negara teraman di dunia. Tak hanya aman dari tindak kriminalitas, Belanda juga memiliki keamanan tinggi dalam sistem transportasi.
Maka tak heran, Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, menyarankan agar para pelajar Indonesia mencoba sepeda sebagai alat transportasi saat di Belanda. Selain cepat, sehat, dan murah, bersepeda juga menjadi praktik nyata untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Di sisi lain, Belanda berada pada posisi enam dalam daftar negara paling bahagia versi World Happiness Report 2017. Memang, secara umum, masyarakat Belanda mengaku puas dengan kehidupan mereka.
Ketika diminta untuk menilai kepuasan umum mereka terhadap kehidupan dalam skala dari 0 sampai 10, orang-orang Belanda memberi nilai 7,3.
5. Jelajah Eropa
Menempuh studi di Belanda akan memberi kesempatan untuk menjelajah daratan Eropa. Hanya dalam tiga jam, kita sudah bisa berfoto di Menara Eiffel, yang menjadi ikon kota Paris.
Sementara itu, perjalanan pergi-pulang menuju London dan Berlin hanya menghabiskan lima sampai enam jam dengan berkereta.
6. Berkarier di kancah internasional
Belanda merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-18 di dunia. Beberapa perusahaan multinasional besar, termasuk Philips, Shell, dan Unilever, berasal dari Belanda.
Nah, guna menjajal bagaimana berkarier di negara tersebut, Pemerintah Belanda memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan yang mereka dapat selama kuliah.
Mahasiswa internasional yang telah lulus dari masa studi dapat mengajukan permohonan izin tinggal selama satu tahun untuk mencari pekerjaan atau memulai bisnis di sana.
Masih ada begitu banyak informasi tentang bagaimana serunya kuliah di Belanda yang akan dikupas pada Deutch Placement Day 2017 (DPD 2017). Acara ini akan digelar di dua kota, yakni Surabaya pada Senin, 30 Oktober 2017 dan Jakarta pada Jumat, 3 November 2017.
(Baca: Ingat... Otak Anda Jangan "Kosong" Saat Hadiri Pameran Pendidikan!)
Dalam pameran pendidikan ini, para calon mahasiswa bisa memperoleh informasi mengenai berbagai beasiswa untuk studi di Belanda, menjajal IELTS Prediction Test, serta mengikuti seminar menulis Motivation Statement.
Menariknya, dalam one-on-one session, pengunjung dapat bertatap muka langsung dengan perwakilan universitas di Belanda, tentu dengan perjanjian terlebih dahulu.
Untuk informasi lebih lebih lengkap tentang Deutch Placement Day 2017, Anda bisa mengunjungi laman nesoindonesia.or.id/dpd2017.
Tunggu apa lagi? Yuk tuntut ilmu sampai ke Negeri Belanda!
Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2017/10/16/12153071/tak-lagi-ke-china-zaman-now-tuntut-ilmu-sampai-ke-negeri-belanda
Sekolah kami terdiri dari 304 siswa, 15 guru, staff TU 1 orang, Penjaga Sekolah 1 orang, Guru Perpustakaan 1 orang