Merupakan ruangan, tempat yang digunakan sebagai tempat shalat dan mengaji bagi umat Islam.
Ruang tempat Aktivitas untuk melatih tubuh siswa, guuru dan staff tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.
Merupakan tempat untuk siswa mengapresiasikan dan meng-explore bakat yang di miliki.
Mudahkanlah, jangan dipersulit!
Satu-satunya batasan untuk ketinggian pencapaian kamu adalah jangkauan impian kamu dan kesediaan kamu untuk bekerja untuk itu.
Alhamdulillah Hari Rabu, 10 September 2025 SDN 28 Payakumbuh melaksanakan Gladi Bersih ANBK bagi kelas 5 hari pertama . Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan atau Kebudayaan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Percayalah bahwa kamu bisa dan kamu sudah setengah jalan.
Semua orang adalah jenius. Tetapi jika kamu menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, ikan itu akan menjalani seluruh hidupnya dengan percaya bahwa ia bodoh.
Kepala Sekolah
Ibu Hj. Wisma Diandra, M. Pd
#SDN28PAYAKUMBUH
#SEKOLAHBAHAGIA
#SEKOLAHBERPRESTASI
#ANBK2025
#DISDIKPYK
Bunga mawar tumbuh di taman,
Harum semerbak di pagi hari.
Jaga kebersihan diri dan lingkungan,
Agar hidup nyaman dan asri.
Kegiatan kita pagi ini yaitu Rabuberdiling ( Rabu bersih diri dan lingkungan) Menuju Sekolah Adiwiyata.
Sekolah Adiwiyata merupakan impian bagi setiap sekolah, merupakan suatu program yang bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Salah satu upaya untuk mencapai predikat tersebut adalah dengan menerapkan pengelolaan sampah yang baik. Kegiatan Rabuberdiling (Rabu Bersih Lingkungan) yang dilakukan di sekolah kita merupakan langkah nyata menuju terwujudnya sekolah Adiwiyata.
Kegiatan Rabuberdiling yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu ini, tidak hanya sekedar membersihkan lingkungan sekolah, tetapi juga memfokuskan diri pada pemilahan sampah. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan untuk membedakan jenis-jenis sampah, mulai dari sampah organik (sampah sisa makanan, daun kering), sampah anorganik (plastik, botol, kaleng), hingga sampah B3 (sampah berbahaya dan beracun). Dengan pemilahan yang tepat, proses pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan efisien.
Manfaat dari pemilahan sampah dalam kegiatan Rabuberdiling ini sangat beragam. Pertama, mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah. Kedua, meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ketiga, mendukung terwujudnya sekolah Adiwiyata dengan menunjukan komitmen sekolah dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Keempat, menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Keterlibatan orang tua dalam Rabuberdiling menjadi bukti nyata dukungan keluarga terhadap program sekolah. Setiap hari Rabu, orang tua bersama-sama dengan siswa dan guru membersihkan lingkungan sekolah, menanam tanaman, serta melakukan kegiatan edukasi lingkungan.
Ibu Hj. Wisma Diandra, M.Pd., Kepala Sekolah SDN 28 Payakumbuh, menyampaikan, “Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif orang tua dalam program Rabuberdiling. Ini adalah wujud nyata sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat bagi anak-anak. Dengan dukungan penuh dari orang tua, kami semakin optimis dapat meraih predikat Sekolah Adiwiyata.”
Kegiatan yang Dilakukan Bersama
Dalam kegiatan Rabuberdiling yang melibatkan orang tua, berbagai aktivitas dilakukan, antara lain:
- Pembersihan Lingkungan: Membersihkan halaman sekolah, selokan, dan taman dari sampah dan kotoran.
- Pemilahan Sampah: Mengajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik kepada siswa dan orang tua.
- Edukasi Lingkungan: Diskusi interaktif tentang isu-isu lingkungan dan cara-cara menjaga lingkungan di rumah dan di sekolah.
Tidak hanya orang tua, siswa, guru dan tenaga kependidikan juga turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukan komitmen bersama untuk mencapai tujuan sekolah Adiwiyata. Semoga dengan konsistensi dalam melaksanakan kegiatan Rabuberdiling dan pemilahan sampah, sekolah kita semakin dekat dengan predikat Sekolah Adiwiyata. Mari kita jaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah kita bersama-sama!
--SD Negeri 28 Payakumbuh --
Kepala Sekolah: Ibuk Hj. Wisma Diandra, M. Pd
#sdn28payakumbuh
#sdn28ok
#sekolahadiwiyata
#cerdasberkarakter
#berkarakterberprestasi
#disdikkotapayakumbuh
#rabuberdiling
SDN 28 Payakumbuh menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan mengadakan kegiatan pembuatan eco enzim. Inisiatif ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Hj. Wisma Diandra, M.Pd., sebagai bagian dari program sekolah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan mempromosikan gaya hidup berkelanjutan di kalangan siswa dan staf pengajar.
Eco enzim adalah larutan organik yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik dapur seperti kulit buah dan sayuran, gula (gula merah, gula putih, atau molase), dan air. Cairan ini memiliki beragam manfaat, termasuk sebagai pembersih alami, pupuk tanaman, dan penjernih air.
Ibu Hj. Wisma Diandra, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada siswa tentang pengelolaan limbah organik dan manfaatnya bagi lingkungan. "Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam tindakan nyata. Dengan membuat eco enzim, mereka belajar bagaimana limbah organik dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya.
Proses pembuatan eco enzim melibatkan siswa dari berbagai kelas, didampingi oleh guru-guru yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Bahan-bahan organik seperti kulit buah-buahan (nanas, pisang, jeruk), sayuran, dan sisa makanan dikumpulkan dari rumah siswa dan lingkungan sekitar sekolah. Kemudian, bahan-bahan ini dicampur dengan gula dan air dalam wadah yang telah disiapkan. Campuran tersebut kemudian difermentasi selama kurang lebih tiga bulan.
Selama proses fermentasi, siswa diajarkan untuk mengamati perubahan yang terjadi dan mencatat setiap tahapan. Mereka juga belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan dan sterilisasi alat-alat yang digunakan untuk mencegah kontaminasi.
Setelah masa fermentasi selesai, eco enzim yang dihasilkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan di sekolah, seperti membersihkan lantai, menyiram tanaman di kebun sekolah, dan sebagai bahan campuran untuk membuat pupuk kompos. Selain itu, siswa juga diajak untuk membawa pulang eco enzim ke rumah masing-masing untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Kegiatan pembuatan eco enzim ini mendapatkan sambutan positif dari siswa, guru, dan orang tua. Banyak siswa yang merasa senang dan termotivasi untuk terus menjaga lingkungan. "Saya jadi tahu kalau sampah dapur bisa diolah jadi sesuatu yang berguna. Sekarang saya selalu mengumpulkan kulit buah dan sayuran untuk membuat eco enzim di rumah," kata salah seorang siswa.
Dengan adanya kegiatan ini, SDN 28 Payakumbuh berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam upaya pelestarian lingkungan. Ibu Hj. Wisma Diandra, M.Pd., juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. "Kami berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar mereka," pungkasnya.
Kepala Sekolah
Ibu Hj. Wisam Diandra, M. Pd
#MenujusekolahAdiwiyata
#GenerasiHebat
#SemangatKompetisi
#IndonesiaBerprestasi
#Sdn28payakumbuh
#Sekolahsehat
#Sekolahramahanak
#Praktekbaik
#Menginspirasi
#Disdikpyk
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr wb
SDN 28 Payakumbuh, di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Wisma Diandra, M.Pd, hari ini mengadakan kegiatan pembuatan pupuk Eco Enzyme sebagai bagian dari persiapan penilaian Adiwiyata. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga staf sekolah, sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Eco Enzyme adalah solusi organik hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah, sayuran, dan gula (molase). Pupuk ini memiliki banyak manfaat, antara lain:
- Menyuburkan Tanah: Meningkatkan kualitas tanah dan menyediakan nutrisi penting bagi tanaman.
- Mengurangi Limbah Organik: Mengubah sampah dapur menjadi produk yang bermanfaat.
- Ramah Lingkungan: Tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan aman bagi lingkungan.
Ibu Hj. Wisma Diandra, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan, "Pembuatan Eco Enzyme ini adalah langkah nyata kita dalam mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak."
Proses pembuatan Eco Enzyme di SDN 28 Payakumbuh dilakukan secara gotong royong. Bahan-bahan organik dikumpulkan dan dicampur dengan molase serta air, kemudian difermentasi selama tiga bulan. Hasil fermentasi ini kemudian digunakan sebagai pupuk cair untuk tanaman di lingkungan sekolah.
Dengan adanya kegiatan ini, SDN 28 Payakumbuh juga menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, hijau, dan berkelanjutan. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa.
?Kepala Sekolah?
Ibu Hj. Wisma Diandra, M. Pd
#Ecoenzim
#SDN28Payakumbuh
#Sekolahsehat
#Mandiri
#Kreatif
#DisdikPyk
Sekolah kami terdiri dari 304 siswa, 15 guru, staff TU 1 orang, Penjaga Sekolah 1 orang, Guru Perpustakaan 1 orang